Anak Belajar dari Kehidupannya
Jika anak dibesarkan dengan Celaan/kritik,
maka ia belajar Memaki/Menyalahkan
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَومٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا
مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا
تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ
الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai
orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain
(karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang
mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain
(karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari
wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan
janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk
panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak
bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim (Q.S.
Al-Hujurot 11)
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ
اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :«
الْمُسْتَبَّانِ مَا قَالاَ فَعَلَى الْبَادِئِ مَا لَمْ يَعْتَدِ الْمَظْلُومُ ».
رَوَاهُ مُسْلِمٌ
“Dua orang yang
saling mencela, maka dosa yang dikatakan keduanya akan ditanggung oleh orang
yang pertama kali memulai, selama yang terzalimi tidak melampuai batas.”(HR Muslim)
Jika anak dibesarkan dengan Menghina/Menertawakan, maka ia belajar Rendah Diri
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا
كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا
يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ
مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ (12) الحجرات
Hai
orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.
Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?
Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang
يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ
يَدْخُلِ الإِيمَانُ قَلْبَهُ لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلاَ تَتَّبِعُوا
عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنِ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعِ اللَّهُ
عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعِ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِى بَيْتِهِ – أبو
داود
Wahai orang yang beriman
dengan lisannya. Sementara keimanan belum masuk ke dalam hatinya. Janganlah
kamu semua mengguncing orang-orang Islam dan jangan mencari-cari aurat
(keasalahnya). Karena barangsiapa yang mencari-cari kesalahan mereka, maka
Allah akan perlihatkan kesalahannya. Dan barangsiapa yang Allah perlihatkan
kesalahannya, akan dipermalukan (sampai) di rumahnya. (HR. Abu Dawud)
Jika anak dibesarkan
dengan Permusuhan, maka ia belajar Berkelahi
عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ
النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ أَيِسَ أَنْ
يَعْبُدَهُ الْمُصَلُّونَ فِى جَزِيرَةِ الْعَرَبِ وَلَكِنْ فِى التَّحْرِيشِ
بَيْنَهُمْ »
Setan
(Iblis) telah putus asa untuk disembah oleh orang yang rajin shalat di Jazirah
Arab. Namun dia selalu berusaha untuk memicu permusuhan dan kebencian.” (HR. Muslim
dan Ibn Hibban)
وعن أَبي هريرة - رضي الله عنه - : أنَّ رسولَ
اللهِ - صلى الله عليه وسلم - قَالَ : (( تُفْتَحُ أبْوابُ الجَنَّةِ يَوْمَ
الإثْنَيْنِ ويَوْمَ الخَمْيِسِ ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لا يُشْرِكُ بِاللهِ
شَيْئاً ، إِلاَّ رَجُلاً كَانَتْ بينهُ وَبَيْنَ أخِيهِ شَحْناءُ فَيُقَالُ :
أنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا ! أَنْظِرُوا هَذَينِ حَتَّى يَصْطَلِحَا !
)) . رواه مسلم
Pintu-pintu surga dibuka setiap
hari senin dan kamis. Lalu diampuni selluruh hamba yang tidak berbuat syirik
(menyekutukan) Allah dengan sesuatu apapun. Kecuali orang yang sedang ada
permusuhan dengan saudaranya. Dikatakan: Tunda amal dua orang ini, sampai
keduanya berdamai… tunda amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… tunda
amal dua orang ini, sampai keduanya berdamai… (HR. Imam Malik, Ahmad, dan
Muslim).
Jika anak dibesarkan dengan Iri Hati, maka ia belajar
Kedengkian
لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا, وَلَا
تَبَاغَضُوا, وَلَا تَدَابَرُوا, وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ,
وَكُونُوا عِبَادَ اَللَّهِ إِخْوَانًا, اَلْمُسْلِمُ أَخُو اَلْمُسْلِمِ, لَا
يَظْلِمُهُ, وَلَا يَخْذُلُهُ, وَلَا يَحْقِرُهُ, اَلتَّقْوَى هَا هُنَا,
وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مِرَارٍ, بِحَسْبِ اِمْرِئٍ مِنْ اَلشَّرِّ أَنْ
يَحْقِرَ أَخَاهُ اَلْمُسْلِمَ, كُلُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ حَرَامٌ,
دَمُهُ, وَمَالُهُ, وَعِرْضُهُ - أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ.
Dari
Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian saling dengki,
saling menipu, saling marah dan saling memutuskan hubungan. Dan janganlah
kalian menjual sesuatu yang telah dijual kepada orang lain. Jadilah kalian
hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim
yang lainnya, (dia) tidak menzaliminya dan mengabaikannya, tidak mendustakannya
dan tidak menghinanya. Taqwa itu disini(seraya menunjuk dadanya
sebanyak tiga kali). Cukuplah seorang muslim
dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya yang muslim. Setiap muslim atas
muslim yang lain; haram darahnya, hartanya dan kehormatannya.”
Pondok
Pesantren Persatuan Islam 67 Benda
Boarding
& Fullday School System
Jl. Cisalak Benda No.15 Nagarasari Kec. Cipedes Kota
Tasikmalaya Tlp. (0265) 330006 Fax. (0265) 2352932
Menerima Santri Baru untuk tingkat Tsanawiyyah dan Mu’allimien.
Pendaptaran : Insya Alloh Mulai Tanggal 1 Pebruari – 14 Mei 2015
Waktu :
Setiap Hari pukul 08.00 – 14.00,
kecuali Jum’at Libur

Komentar
Posting Komentar